Drama Penalti Warnai Kemenangan Tipis Real Madrid Atas Marseille di Bernabeu
Drama penalti menjadi sorotan utama dalam pertandingan pembuka Liga Champions musim ini, di mana Real Madrid berhasil memetik kemenangan tipis 2-1 atas tamunya, Olympique Marseille, di Estadio Santiago Bernabeu. Laga yang berlangsung pada Rabu (17/9/2025) pukul 02.00 WIB ini menampilkan sebuah pertunjukan yang penuh ketegangan, di mana dua gol penalti dari Kylian Mbappe menjadi penentu hasil akhir.
Baca juga : (Pesta Gol Barcelona di Estadi Johan Cruyff, Bantai Valencia 6-0 Tanpa Yamal)
Pertandingan ini dibuka dengan intensitas tinggi, dengan kedua tim sama-sama mengusung formasi ofensif 1-4-2-3-1. Real Madrid mengandalkan kecepatan dan ketajaman Kylian Mbappe di lini depan, sementara Marseille, di bawah arahan pelatih Roberto D. Zerbi, menempatkan Pierre-Emerick Aubameyang sebagai ujung tombak. Suasana Bernabeu yang penuh sesak menjadi saksi bisu dari duel taktis antara dua raksasa Eropa.
Meskipun Real Madrid mendominasi penguasaan bola di awal babak pertama, justru Marseille yang berhasil mencuri keunggulan. Pada menit ke-22, publik tuan rumah dibuat terdiam oleh gol cerdik dari Timothy Weah. Gol ini bermula dari kesalahan fatal yang dilakukan oleh gelandang muda Real Madrid, Arda Guler, yang gagal mengontrol bola dengan sempurna. Kelengahan ini langsung dimanfaatkan oleh Mason Greenwood yang berhasil merebut bola, menggiringnya ke dalam kotak penalti, dan melepaskan umpan terobosan akurat kepada Weah. Tanpa ragu, Weah melepaskan tendangan satu sentuhan yang keras dan terarah, tak mampu diantisipasi oleh kiper veteran, Thibaut Courtois.
Namun, keunggulan tim tamu tidak bertahan lama. Drama penalti pertama segera terjadi pada menit ke-28. Berawal dari penetrasi cepat Rodrygo di sisi kanan serangan, pergerakannya dihentikan secara ilegal oleh gelandang bertahan Marseille, Geoffrey Kondogbia, di dalam kotak penalti. Kondogbia yang mencoba melakukan tekel bersih malah mengenai kaki Rodrygo, dan wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Semua mata tertuju pada Kylian Mbappe. Bintang Prancis itu mengambil langkahnya, melepaskan tembakan datar yang sangat tenang ke arah pojok kiri bawah gawang, mengecoh kiper Geronimo Rulli. Skor kembali imbang 1-1, dan tensi pertandingan semakin meningkat.
Babak kedua dibuka dengan intensitas yang sedikit berbeda. Real Madrid bermain lebih hati-hati, sementara Marseille mencoba memanfaatkan setiap kesempatan serangan balik. Namun, sorotan utama beralih pada insiden di luar skema permainan. Pada menit ke-65, wasit menghentikan pertandingan setelah mendapatkan sinyal dari ruang VAR. Setelah meninjau rekaman ulang, terlihat Dani Carvajal melakukan tindakan tidak sportif dengan membenturkan kepalanya ke kiper Marseille, Geronimo Rulli. Wasit langsung memberikan sanksi kartu merah, meninggalkan Real Madrid berjuang dengan 10 pemain.
Meskipun kekurangan satu pemain, semangat juang Los Blancos tidak padam. Mereka terus berusaha menekan pertahanan Marseille, yang mulai terlihat kelelahan. Pada menit ke-81, drama penalti kembali menjadi penentu. Bola yang digiring oleh Vinicius Junior mengenai tangan bek Marseille Facundo Medina pada saat melakukan sleding tekel di dalam kotak penalti. Protes dari para pemain Marseille tidak mengubah keputusan wasit. Kylian Mbappe kembali mengambil tanggung jawab besar sebagai eksekutor. Dengan tekanan luar biasa di pundaknya, Mbappe sekali lagi berhasil menaklukkan Rulli, mencetak gol keduanya, dan membawa Real Madrid unggul 2-1. Gol ini menjadi puncak dari drama penalti yang mendominasi jalannya pertandingan.
Setelah peluit panjang berbunyi, pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, mengungkapkan kelegaannya. “Kami berhasil meraih kemenangan penuh, meskipun Marseille tampil baik dan sebetulnya punya beberapa peluang untuk memimpin. Kami berhasil merebut bola di area pertahanan mereka dan melakukan serangan cepat, namun secara keseluruhan ini adalah laga yang sangat menarik,” ujarnya dalam konferensi pers. Ia juga menambahkan, “Di paruh kedua, tempo permainan agak melambat, dan setelah kartu merah dikeluarkan, jalannya pertandingan pun berubah. Kami sangat bangga dengan mentalitas para pemain yang tidak menyerah.”
Penulis: Bangkit Wira Malik, Editor: Bangkit Wira Malik
